Pandemi Corona di Indonesia Khususnya di Jawa Barat
A. Perkembangan Corona di Jawa Barat
Corona di Jawa Barat perkembangannya mulai terkendali, salah satu ukurannya adalah positivity rate.
Salah satu ukuran WHO keterpaparan di bawah 5 persen. Dari 100 persen PCR - SWAB, Jawa Barat hanya 4 persen.
Ridwan Kamil selaku Gubernur Jawa Barat mengaku mendapat apresiasi karena berinisiatif mewacanakan sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan. Ridwan Kamil sedang menyiapkan intruksi Presiden sebagai penguatan dasar hukum untuk sanksi.
Data update corona di Jawa Barat sebagai berikut:
a. Bertambah 74 orang menjadi 3.125 orang atau berkurang 46 dari sebelumnya.
b. Sembuh ada 1.924 orang dan diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Ada penambahan 28 orang dibandingkan pada hari sebelumnya.
c. Meninggal dunia sebanyak 186 orang.
B. Zona-zona di Jawa Barat
Ketua Gugus Tugas di Jawa Barat akan mengubah 5 warna zona dalam meleveling atau menentukan level kewaspadaan menjadi 4 warna.
Empat warna zona untuk level kewaspadaan di Jawa Barat yaitu:
1. Zona merah (resiko tinggi)
Penyebaran virus pada zona ini belum terkendali.
2. Zona oranye (resiko sedang)
Penyebaran virus pada zona ini tinggi dan berpotensi virus tidak terkendali.
3. Zona kuning (resiko rendah)
Penyebaran virus pada zona ini terkendali dengan tetap ada kemungkinan transmisi.
4. Zona Hijau (tidak terdamapak)
Penyebaran virus masih berkemunginan ada tetapi tidak ada kasus positif.
C. Dampak
Penyebaran corona di Jawa Barat masih berlangsung, sehingga berdampak:
1. Kegiatan, belajar dan mengajar masih dilakukan jarak jauh.
2. Kegiatan ibadah masih dibatasi.
3. Kegiatan jual beli waktunya dibatasi.
4. Pemasukan ojek online masih tidak stabil.
5. Kurang kepercayaan terhadap rumah sakit masih ada, sehingga jika sakit lebih memilih berdiam diri di rumah.
D. Solusi
Dikarenakan penyebaran corona masih ada maka baiknya diberlakukan:
1. Jika keluar rumah masih tetap memperlakukan protokol kesehatan, bagi yang melanggar dikenakan sanksi sosial dan sanksi hukum.
2. Dikarenakan kegiatan belajar jarak jauh, sebaiknya sekolah memberi potongan kepada siswa sebagai bantuan untuk pembelian kuota belajar jarak jauh.
3. Diletakkan sabun dan air di ruang publik sebagai antisipasi untuk mencuci tangan.
Komentar
Posting Komentar